Aerocity Menjadi Konsep Kota Baru Yang Kreatif di Banjarbaru: Wali Kota Lisa Tegaskan Siap Berperan Aktif
Banjarbaru

Aerocity Menjadi Konsep Kota Baru Yang Kreatif di Banjarbaru: Wali Kota Lisa Tegaskan Siap Berperan Aktif

Properti Banjarbaru

Dalam acara Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 yang berlangsung di Malang Creative Center (MCC), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menunjukkan komitmennya untuk menjadi bagian aktif jejaring Kota Kreatif Indonesia. Wali Kota Lisa Halaby mengungkapkan bahwa kota yang dipimpinnya siap menjadikan kreativitas warga sebagai fondasi pembangunan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.

“Banjarbaru siap berperan aktif dalam jejaring Kota Kreatif Indonesia, dengan menempatkan setiap kreativitas warga sebagai pondasi pembangunan ekonomi demi kesejahteraan,” ujar Lisa.

Pernyataan tersebut disampaikan usai kehadiran beliau sebagai narasumber pada ICCF 2025 di Malang, Jawa Timur.
Menurut Lisa, Banjarbaru telah menyiapkan semangat inovasi masyarakat untuk menciptakan ruang hidup yang berdaya, berkelanjutan, dan makin membahagiakan warga melalui berbagai kegiatan kreatif.

Konsep “Aero City”

Lisa menjelaskan bahwa pengembangan kawasan yang disebut Aero City Banjarbaru di kawasan bandara dirancang sebagai pusat atau sentral baru dengan konsep kota kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan. Kawasan ini dituangkan dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Aero City seluas 7 216 hektare, yang meliputi dua kecamatan yaitu Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang.

Aero City dirancang sebagai simpul transportasi serta pusat ekonomi baru yang langsung terhubung dengan Bandara Internasional Syamsudin Noor di Landasan Ulin. Lisa menyebut bahwa pembangunan ekosistem kreatif yang menghubungkan ide, industri, dan inovasi adalah bagian dari visi tersebut.

Jejaring Kreatif & Internasionalisasi UMKM

Selain aspek tata ruang dan infrastruktur, Lisa juga memaparkan langkah Banjarbaru dalam memperluas jaringan ekonomi kreatif hingga ke tingkatan internasional. Salah satunya adalah mengundang Menteri Penasihat Ekonomi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur untuk berdialog dengan pelaku UMKM Banjarbaru, membuka peluang kerja sama ekspor dan kemitraan regional.

Apresiasi & Harapan

Paparan dari Wali Kota Banjarbaru mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, seperti Wakil Bupati Kabupaten Sumedang, yang menyebut Aero City sebagai terobosan cerdas dalam integrasi ekonomi, sosial dan lingkungan.


Update Terkini Seputar Aero City Banjarbaru

Berikut beberapa perkembangan terbaru yang menunjukkan kemajuan dan kesiapan proyek:

  • Pada 25 Agustus 2025, Pemkot Banjarbaru bersama Kementerian ATR/BPN membahas RDTR WP Aero City seluas 7.216 ha. RDTR tersebut diharapkan segera diselesaikan dan diintegrasikan dengan sistem OSS (Online Single Submission). (Media Center Banjarbaru)
  • Pemerintah Kota Banjarbaru tengah menggarap sejumlah ruas jalan menuju Bandara Syamsudin Noor, sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur untuk Aero City. Contoh: Peningkatan Jalan Pondok Mangga (Kel. Loktabat Utara) dan Jalan Sempati Ujung (Kel. Syamsudin Noor). (Radar Banjarmasin)
  • Situs resmi SIPeLANGI Banjarbaru menyebut bahwa sektor penyediaan akomodasi sewa/kost di kawasan Aero City memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sektor unggulan. (Sipelangi)

Ringkasan

Kota Banjarbaru, melalui Wali Kota Lisa Halaby, menyatakan kesiapan untuk memperkuat posisi sebagai kota kreatif melalui pengembangan kawasan Aero City. Dengan RDTR seluas 7.216 ha, konsep ini akan menyatukan fungsi transportasi (berkait bandara), ekonomi kreatif, industri, dan ruang hunian dalam satu ekosistem. Selain itu, jejaring UMKM dan kerja sama internasional menjadi bagian kunci strategi.

Image

Image

Berikut ini perkembangan terkini, peta/pemecahan wilayah, investor potensial, serta timeline penting proyek Aero City Banjarbaru di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan:

1. Peta & Pemecahan Wilayah RDTR

Image

Image

Image

  • Proyek Aero City direncanakan dengan luas ± 7.216 hektare untuk Wilayah Perencanaan (WP) Aero City yang mencakup dua kecamatan utama, yaitu Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang. (Media Center Banjarbaru)
  • Sebelumnya, dokumen perencanaan menyebut luas ± 5.620,08 ha untuk “kota baru” Aero City sebagai bagian pengembangan. (Bapperida Banjarbaru)
  • Pembagian zona pengembangan mencakup kawasan perumahan, layanan transportasi/logistik, dan industri kreatif/jasa di sekitar wilayah bandara Bandara Internasional Syamsudin Noor sebagai poros utama. (Sipelangi)
  • Proyek infrastrukturnya sudah mulai dipacu: misalnya peningkatan ruas jalan seperti Jalan Pondok Mangga yang menembus bandara sebagai bagian dari akses Aero City. (kanalkalimantan.com)

2. Investor & Kerja Sama Potensial

  • Pada tahun 2018, pemerintah kota Banjarbaru sudah menawarkan proyek Aero City kepada investor dan terdapat partisipasi pengusaha dari Malaysia. (ANTARA News Kalimantan Selatan)
  • Para investor yang mulai dilirik antara lain dari Belarus, Kamboja, Filipina, serta perusahaan swasta Jepang (lihat: perusahaan Jepang “Nippon Koei”) tertarik pada proyek hotel di kawasan Aero City. (Poros Kalimantan)
  • Pemerintah kota juga mensinergikan aspek perizinan (melalui pengesahan RDTR) untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. (Infopublik)

3. Timeline Ringkas Proyek

Tahun/PeriodePeristiwa
2018Konsep Aero City mulai dipromosikan secara resmi sebagai “kota baru” yang terintegrasi dengan bandara. (Liputan6)
2021-2022Rencana awal luas ± 5.620 ha disebut dalam dokumen perencanaan kota baru. Pengerjaan infrastruktur awal mulai muncul. (Bapperida Banjarbaru)
2024Payung hukum tata ruang mulai disiapkan (misalnya Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 7 Tahun 2024 untuk RTRW Kota Banjarbaru). (Scribd)
2025 (Agustus)Rapat lintas sektor pembahasan RDTR WP Aero City seluas ± 7.216 ha bersama Kementerian ATR/BPN dan pemerintahan kota Banjarbaru. (Media Center Banjarbaru)
2025 (Oktober)Realisasi infrastruktur jalan – misalnya Jalan Pondok Mangga selesai sebagai fasilitas akses kawasan. (kanalkalimantan.com)

4. Catatan & Tantangan

  • Pengesahan RDTR sangat krusial agar tata ruang Aero City dapat berlaku dan proses perizinan di kawasan bisa dipercepat. (Atrbpn)
  • Walaupun investor sudah dilirik, skala besar dan kompleksitas proyek (tanah, infrastruktur, koordinasi antar-kementerian) tetap menjadi tantangan utama. (Poros Kalimantan)
  • Perlu terus dipantau realisasi fisik (jalan, utilitas, zona usaha) agar visi Aero City tidak hanya perencanaan tetapi terlaksana di lapangan.
Related Posts
News insight
Realisasi Mimpi Stadion Internasional Banjarbaru di Kalimantan Selatan Mulai Dibangun 2026 05-Des-2025
Realisasi Mimpi Stadion Internasional Banjarbaru di Kalimantan Selatan Mulai Dibangun 2026

Mimpi panjang masyarakat Kalimantan Selatan untuk memiliki stadion berstandar internasional akhirnya...

Upgrade Kepemilikan Properti: Panduan Lengkap Mengubah HGB Menjadi SHM di Kota Banjarbaru 26-Nov-2025
Upgrade Kepemilikan Properti: Panduan Lengkap Mengubah HGB Menjadi SHM di Kota Banjarbaru

Untuk memperkuat status kepemilikan dan menghindari potensi sengketa, mengonversi HGB menjadi SHM ad...

Panduan Lengkap Wisata Banjarbaru: Jelajahi Pesona Alam, Edukasi, dan Rekreasi Keluarga di Kota Idaman 22-Nov-2025
Panduan Lengkap Wisata Banjarbaru: Jelajahi Pesona Alam, Edukasi, dan Rekreasi Keluarga di Kota Idaman

Temukan destinasi wisata Banjarbaru terbaik untuk liburan keluarga Anda. Kota yang berjuluk "Kota Id...

Your experience on this site will be improved by allowing cookies.